BANTAENG – Pergerakan Demokrasi Aliansi Masyarakat (PDAM) Bantaeng kembali menggelar aksi unjuk rasa jilid VI di depan Kantor Bupati Bantaeng, menuntut penolakan keras terhadap rencana kembalinya Suwardi sebagai Direktur PDAM Bantaeng. 23/4/26
Dalam aksi tersebut, massa menegaskan bahwa penolakan mereka bukan tanpa alasan. Sebelumnya, perwakilan aliansi diketahui telah melakukan pertemuan langsung dengan Bupati Bantaeng di salah satu kafe di wilayah Bantaeng. Dalam pertemuan itu, disebutkan adanya komitmen dari pemerintah daerah bahwa jabatan Direktur PDAM tidak akan dikembalikan kepada Suwardi.
Salah satu orator dalam aksi menyampaikan kekecewaan terhadap sikap pemerintah daerah apabila komitmen tersebut tidak ditepati.
“Jika Bupati Bantaeng tidak menepati janji, maka kami tidak akan percaya lagi. Dan jika direktur itu kembali, kami pastikan Bantaeng akan berisik,” tegas salah satu massa aksi dalam orasinya.
Aliansi menilai, polemik ini bermula dari beredarnya rekaman yang diduga melibatkan Direktur PDAM nonaktif dalam aktivitas bisnis proyek. Meski hingga kini belum ada putusan hukum yang berkekuatan tetap, isu tersebut dinilai telah mencederai kepercayaan publik terhadap institusi PDAM sebagai perusahaan daerah yang seharusnya mengedepankan pelayanan masyarakat.
Massa aksi juga mendesak Bupati Bantaeng untuk tetap konsisten pada komitmen yang telah disampaikan sebelumnya, serta mempertimbangkan aspirasi masyarakat demi menjaga stabilitas dan kepercayaan publik terhadap pemerintahan daerah.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan mendapat perhatian dari masyarakat yang melintas di sekitar Kantor Bupati Bantaeng. Aliansi menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ada keputusan resmi dari pemerintah daerah terkait jabatan Direktur PDAM Bantaeng.


