BANTAENG – ZONAMERAH.ID – Pergerakan Demokrasi Aliansi Masyarakat (PDAM) Bantaeng kembali menggelar aksi prakondisi di depan Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Bantaeng, Sabtu (9/5/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Massa aksi mendesak Bupati Bantaeng segera mengambil keputusan tegas dengan mencopot dan memberhentikan secara permanen Suwardi dari jabatannya sebagai Direktur PDAM Bantaeng.

Dalam aksi tersebut, massa aksi melakukan orasi secara bergantian. Mereka menilai polemik yang terjadi di tubuh PDAM Bantaeng harus segera diselesaikan demi menjaga stabilitas pelayanan kepada masyarakat.

Perwakilan Massa Aksi dalam orasinya menegaskan bahwa pihaknya akan kembali menggelar aksi besar-besaran pada hari Senin mendatang apabila Bupati Bantaeng tidak segera mengambil keputusan terkait pemberhentian permanen Suwardi.

“Kami meminta Bupati Bantaeng segera mengambil sikap tegas. Jika tuntutan ini tidak diindahkan, maka kami akan turun dengan massa yang lebih besar pada hari Senin,” tegas salah satu orator di hadapan massa aksi.

Tak hanya itu, massa aksi juga mengancam akan melakukan penutupan secara permanen Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di kawasan Bonto Salluang sebagai bentuk protes lanjutan apabila tuntutan mereka tidak mendapat respon dari pemerintah daerah.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian guna menjaga situasi tetap kondusif. Hingga aksi berakhir, massa membubarkan diri secara tertib sambil menyampaikan ultimatum agar pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret terkait tuntutan mereka.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Bantaeng terkait tuntutan massa aksi tersebut.