BANTAENG – ZONA MERAH.ID Tindakan represif berupa dugaan pemukulan terhadap massa aksi oleh oknum premanisme dalam jalannya demonstrasi menjadi alarm serius bagi demokrasi dan kebebasan berpendapat di Kabupaten Bantaeng.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Aksi yang sejatinya merupakan ruang penyampaian aspirasi rakyat justru diwarnai intimidasi dan kekerasan terhadap mahasiswa yang turun membawa tuntutan masyarakat.

Muh. Wahyu Hidayat selaku Ketua Cabang Balla Tujua angkat bicara dan mengecam keras tindakan pembubaran massa aksi yang dilakukan secara represif dan tidak manusiawi.

Menurutnya, mahasiswa hadir bukan untuk menciptakan kekacauan, melainkan menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap kebijakan dan kondisi daerah yang dinilai mengalami kemunduran di berbagai sektor.

“Jika kritik dibalas dengan kekerasan, maka yang sedang dipertontonkan bukan demokrasi yang sehat, melainkan ketakutan terhadap suara rakyat.

Mahasiswa bukan musuh daerah. Kami hadir membawa keresahan masyarakat yang hari ini merasa tidak didengar,” ujar Muh. Wahyu Hidayat.

Ia menegaskan bahwa tindakan pemukulan terhadap massa aksi, terlebih jika melibatkan oknum premanisme dalam pembubaran demonstrasi, merupakan bentuk pembungkaman yang mencederai nilai demokrasi serta hak konstitusional warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

HPMB Raya Cabang Balla Tujua mendesak aparat penegak hukum untuk Mengusut tuntas dugaan keterlibatan oknum premanisme dalam pembubaran massa aksi dan Menjamin keamanan dan kebebasan mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi.

Mahasiswa menurutnya terkhusus HPMB Raya, akan tetap konsisten mengawal isu-isu daerah seperti ketimpangan infrastruktur, lemahnya transparansi tata kelola, terbengkalainya sektor wisata, hingga persoalan pendidikan yang belum merata.

Sebab perjuangan mahasiswa lahir dari tanggung jawab moral terhadap masyarakat, bukan demi kepentingan kelompok ataupun popularitas politik.

Hidup Mahasiswa!

Hidup Rakyat!

Lawan Segala Bentuk Premanisme dan Pembungkaman Demokrasi!