BANTAENG — Memasuki hari ke-11 aksi pendudukan di kantor PDAM Kabupaten Bantaeng, sejumlah karyawan masih memilih bertahan sebagai bentuk penolakan terhadap Direktur Utama PDAM. Meski berlangsung hingga dini hari, situasi di lokasi aksi tetap berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Para peserta aksi mengaku tetap bertahan karena berharap adanya penyelesaian yang mampu meredam polemik internal yang hingga kini belum menemukan titik terang. Mereka menginginkan kondisi kerja yang kembali harmonis demi menjaga keberlangsungan perusahaan daerah serta pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Aksi tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah aktivis yang turut hadir memberikan semangat moral kepada para karyawan. Mereka bersama-sama menyuarakan aspirasi dengan damai dan berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah bijaksana.

Dalam Penyampaian, perwakilan massa aksi menyampaikan harapan besar kepada Kuasa Pemilik Modal (KPM) PDAM, yakni Bupati Kabupaten Bantaeng, agar dapat menjadi penengah dalam persoalan yang tengah terjadi.

“Kami hadir bukan untuk menciptakan kegaduhan ataupun melawan pemerintah. Kami hanya ingin suara kami didengar, sebab ada banyak keluarga yang menggantungkan hidup dan harapan pada perusahaan ini,” ujar salah satu perwakilan aksi.

Mereka juga menyampaikan bahwa selama bertahun-tahun para karyawan telah berupaya menjaga pelayanan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Bantaeng. Karena itu, mereka berharap suasana kerja yang nyaman, adil, dan penuh rasa saling menghargai dapat kembali tercipta.

Selain itu, massa aksi menilai Bupati Bantaeng merupakan sosok pemimpin yang dekat dengan masyarakat dan diharapkan mampu mengambil keputusan secara arif demi menjaga stabilitas daerah serta masa depan PDAM Kabupaten Bantaeng.

Hingga dini hari, para karyawan dan aktivis masih bertahan di lokasi aksi sambil menunggu respons pemerintah daerah.**